KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (UMKH), khususnya Fakultas Agroteknologi, resmi menggelar Festival Olahraga dan Seni Budaya (FOSB) 2026 pada Senin, 31 Maret 2026. Acara yang diselenggarakan di lapangan olahraga kampus Jalan Sultan Muhammad Saleh, Kendari ini menghadirkan rangkaian kegiatan komprehensif yang menggabungkan aspek kebugaran jasmani dengan pelestarian warisan budaya lokal Sulawesi Tenggara.
Festival berlangsung selama dua hari, yakni 31 Maret hingga 1 April 2026, dengan melibatkan lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai program studi di Fakultas Agroteknologi. Kegiatan ini menjadi bagian integral dari visi UMKH untuk mengembangkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga seimbang dalam aspek jasmani, rohani, dan kultural.
Adapun rangkaian acara mencakup pertandingan olahraga tradisional dan modern, pameran seni rupa, pertunjukan tari-tarian tradisional Kendari, lomba nyanyi, serta forum diskusi tentang pentingnya olahraga dan seni dalam kehidupan mahasiswa modern. Setiap kegiatan dirancang untuk meningkatkan engagement mahasiswa sambil mengapresiasi kekayaan budaya masyarakat Sulawesi Tenggara.
Antusiasme Mahasiswa Sangat Tinggi
Ketua Panitia Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026, Muh. Rivan Prawira, mahasiswa semester VI Program Studi Agroteknologi, menjelaskan konsep acara yang telah disiapkan sejak dua bulan sebelumnya. Menurutnya, festival ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan platform serius untuk mengembangkan potensi mahasiswa di luar akademik.
“Kami percaya bahwa mahasiswa Fakultas Agroteknologi tidak hanya perlu menguasai ilmu teknologi pertanian, tetapi juga harus memiliki kesehatan fisik yang optimal dan apresiasi tinggi terhadap budaya lokal. Festival ini dirancang untuk menciptakan ekosistem kampus yang mendukung pengembangan holistik,” ungkap Rivan dalam wawancara di kantor Dekanat Fakultas Agroteknologi pada 28 Maret 2026.
Menurut data yang dikumpulkan panitia, tingkat partisipasi mahasiswa mencapai 87 persen dari total mahasiswa aktif Fakultas Agroteknologi. Angka ini menunjukkan antusiasme luar biasa, terutama mengingat festival ini dilaksanakan pada akhir semester ketika beban akademik mahasiswa cukup tinggi.
“Awalnya saya ragu apakah banyak teman yang akan ikut serta, mengingat sedang periode ujian akhir semester. Namun, response yang kami terima sangat positif. Banyak mahasiswa yang merasa perlu ‘refreshing’ sekaligus merayakan pencapaian akademik mereka bersama-sama,” lanjut Rivan.
Ragam Cabang Olahraga dan Seni yang Dihadirkan
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 menghadirkan 12 cabang olahraga yang terbagi menjadi dua kategori: olahraga modern dan olahraga tradisional. Cabang olahraga modern meliputi futsal, bola voli, bulu tangkis, tenis meja, dan basket. Sementara itu, olahraga tradisional mencakup tarik tambang, balap karung, sepak takraw, dan lompat tali.
Selain olahraga, sektor seni dan budaya juga mendapat perhatian khusus. Terdapat lomba seni rupa dengan tema “Agroteknologi dan Kearifan Lokal,” pertunjukan tari-tarian tradisional Sulawesi Tenggara seperti Tari Balumpa dan Tari Larona, serta kompetisi nyanyi solo dan grup yang menampilkan lagu-lagu daerah maupun kontemporer.
Koordinator Sektor Seni dan Budaya, Siti Nurhaliza, mahasiswa semester IV, menerangkan bahwa setiap pertunjukan dirancang untuk menunjukkan keragaman budaya Kendari kepada seluruh komponen kampus.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sebagai mahasiswa Kendari, kita memiliki warisan budaya yang sangat kaya dan bernilai tinggi. Melalui festival ini, diharapkan mahasiswa semakin mencintai dan melestarikan budaya lokal. Sekaligus, kami ingin membuktikan bahwa dukungan terhadap seni dan olahraga tidak mengorbankan prestasi akademik,” jelas Siti dengan penuh semangat.
Untuk kategori seni, panitia juga menyediakan booth pameran karya seni dua dimensi yang memamerkan lukisan, desain grafis, dan fotografi karya mahasiswa Fakultas Agroteknologi. Tidak hanya itu, ada juga demonstrasi langsung teknik melukis dan kerajinan tangan tradisional yang dipandu oleh seniman lokal dari komunitas seni Kendari.
Dukungan Penuh dari Pimpinan Universitas
Dekan Fakultas Agroteknologi UMKH, Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa menyelenggarakan festival ini. Dalam sambutan resminya di lapangan olahraga pada pembukaan festival, Bambang menyatakan bahwa kegiatan semacam ini sangat sejalan dengan misi universitas.
“Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara fisik dan kaya secara spiritual. Festival Olahraga dan Seni Budaya ini adalah manifestasi nyata dari komitmen tersebut,” ucap Dr. Bambang Sutrisno dalam naskah sambutannya.
Lebih lanjut, Dekan menekankan bahwa olahraga dan seni memiliki peran signifikan dalam membentuk karakter dan kepemimpinan mahasiswa. Menurut dia, mahasiswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler cenderung memiliki soft skill yang lebih baik dan kesiapan karir yang lebih matang.
“Data menunjukkan bahwa alumni UMKH yang aktif dalam kegiatan olahraga dan seni memiliki tingkat penempatan kerja yang lebih tinggi dan performance yang lebih baik di dunia kerja. Ini karena mereka telah terlatih untuk bekerja tim, mengelola waktu, dan memiliki ketahanan mental yang kuat,” tambah Dr. Bambang Sutrisno.
Dukungan institusional juga tercermin dari alokasi dana festival yang berasal dari anggaran operasional fakultas. Selain itu, universitas juga menyediakan fasilitas infrastruktur pendukung seperti sound system, perpanjangan listrik, dan keamanan lapangan yang memadai.
Rektor UMKH, Prof. Dr. H. Andi Baso Muhammad, M.Si., juga hadir dalam acara pembukaan festival dan mengapresiasi keaktifan mahasiswa Fakultas Agroteknologi. Dalam pertemuan singkat dengan panitia, rektor menyampaikan harapan agar festival ini dapat menjadi tradition tahunan yang terus berkembang.
“Saya bangga melihat mahasiswa UMKH memiliki inisiatif untuk mengorganisir kegiatan sebesar ini. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga peduli pada pengembangan diri secara komprehensif. Saya berharap festival ini dapat berlanjut dan terus ditingkatkan kualitasnya setiap tahunnya,” katanya.
Dampak Positif Bagi Pengembangan Mahasiswa
Menurut para akademisi dan praktisi pendidikan, kegiatan seperti festival olahraga dan seni memiliki dampak psikologis dan sosial yang signifikan terhadap perkembangan mahasiswa. Dr. Siti Mariyam, Dosen Agroteknologi UMKH yang juga memiliki latar belakang pendidikan kesehatan, menjelaskan bahwa aktivitas fisik dan seni memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa.
“Mahasiswa adalah generasi yang menghadapi berbagai stressor akademik dan non-akademik. Olahraga terbukti secara ilmiah dapat menurunkan tingkat depresi, kecemasan, dan meningkatkan kepercayaan diri. Sementara seni memberikan outlet kreatif yang sangat berharga untuk mengekspresikan diri. Festival seperti ini adalah investasi kesehatan mental mahasiswa jangka panjang,” jelas Dr. Siti Mariyam.
Selain aspek kesehatan, festival ini juga berdampak pada penguatan ikatan sosial di antara mahasiswa. Sebagai sebuah komunitas akademik yang tersebar di berbagai program studi dan tingkat semester, momen festival memberikan kesempatan untuk saling berinteraksi dan membangun networking.
Peserta festival dari Program Studi Perlindungan Tanaman, Andi Cahyono, mengungkapkan bahwa partisipasi dalam festival ini memberikan pengalaman berharga.
“Ini adalah kesempatan langka untuk berkumpul dan menikmati waktu bersama di luar aktivitas akademik rutin. Melalui olahraga dan seni, kami belajar tentang kerja sama tim, sportivitas, dan menghargai perbedaan. Skill-skill ini tidak tertulis dalam kurikulum, tetapi sangat penting untuk kehidupan profesional di masa depan,” ungkap Andi.
Apresiasi Terhadap Kearifan Lokal
Salah satu aspek unik dari festival ini adalah penekanan pada pelestarian dan apresiasi terhadap kearifan lokal Sulawesi Tenggara. Melalui pertunjukan tari tradisional, lagu-lagu daerah, dan seni rupa berbasis budaya lokal, festival ini menjadi sarana edukasi budaya yang efektif.
Koordinator sektor olahraga tradisional, Muhammad Rizki, menjelaskan pemilihan olahraga tradisional dalam festival.
“Olahraga tradisional seperti tarik tambang, balap karung, dan sepak takraw bukan sekadar permainan kuno. Ini adalah warisan budaya yang mengandung nilai-nilai penting seperti kebersamaan, keuletan, dan sportivitas. Dengan memasukkan olahraga tradisional dalam festival, kami ingin mahasiswa tetap terhubung dengan akar budaya mereka, sekaligus memahami bahwa modernitas tidak harus mengorbankan tradisi,” jelas Rizki.
Respons dari masyarakat luas juga sangat positif. Beberapa tokoh adat dan budayawan Kendari hadir untuk memberikan dukungan, termasuk pemberian rekomendasi tentang tari-tarian mana yang sebaiknya ditampilkan agar autentik dan menghormati protokol budaya.
Penutup dan Harapan ke Depan
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 Fakultas Agroteknologi UMKH berjalan dengan lancar dan meninggalkan kesan positif yang mendalam bagi seluruh peserta. Antusiasme yang ditunjukkan mahasiswa, dukungan institusional yang solid, dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder menciptakan momentum yang sangat baik untuk pengembangan kehidupan kampus yang lebih seimbang dan holistik.
Melalui festival ini, Fakultas Agroteknologi UMKH telah membuktikan bahwa kesuksesan akademik dapat berjalan beriringan dengan pengembangan potensi non-akademik. Mahasiswa bukan sekadar mesin belajar, tetapi individu yang membutuhkan ruang untuk berkembang secara menyeluruh.
Ke depannya, panitia berencana untuk meningkatkan skala festival agar melibatkan fakultas-fakultas lain di UMKH. Selain itu, mereka juga ingin mengintegrasikan festival dengan program community engagement, sehingga manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya oleh mahasiswa, tetapi juga masyarakat luas Kendari.
Sebagai penutup, festival ini menjadi bukti nyata bahwa generasi mahasiswa UMKH adalah generasi yang visioner, tidak hanya dalam hal akademik, tetapi juga dalam upaya pelestarian budaya dan pengembangan karakter. Semoga momentum positif ini dapat berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk memberikan ruang yang sama bagi pengembangan holistik mahasiswa mereka.
—
Redaktur Pelaksana: Redaksi Berita Kampus UMKH
Tanggal Terbit: 31 Maret 2026