KENDARI – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri, Fakultas Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Kendari resmi menjalin kerjasama strategis dengan beberapa perusahaan agribisnis terkemuka Indonesia. Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) ini dilaksanakan pada Rabu, 23 April 2026, di Aula Akademik Kampus Kendari, menandai langkah signifikan dalam transformasi pendidikan vokasional dan praktis di perguruan tinggi swasta tersebut.
Kerjasama yang ditandatangani melibatkan tiga mitra industri utama, yakni PT Sinergi Pertanian Nusantara, PT Agro Inovasi Sulawesi Tenggara, dan Koperasi Petani Mandiri Indonesia (KPMI) cabang Sulawesi. Melalui kerjasama ini, institusi pendidikan berkomitmen untuk menghadirkan pembelajaran berbasis praktik industri, program magang terstruktur, dan penelitian terapan yang relevan dengan tantangan pertanian modern di kawasan Sulawesi Tenggara.
LATAR BELAKANG KERJASAMA
Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Agroteknologi yang didirikan pada tahun 2018, telah mengalami pertumbuhan signifikan dengan total 1.247 mahasiswa aktif dan 34 dosen tetap. Namun, tantangan utama yang dihadapi institusi ini adalah kesenjangan antara kurikulum akademis dengan kebutuhan praktis industri pertanian lokal dan nasional.
Sulawesi Tenggara, sebagai salah satu wilayah dengan potensi pertanian yang besar, memiliki peluang pengembangan pada sektor tanaman perkebunan, hortikultura, dan agrikultur berkelanjutan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor pertanian berkontribusi 18,7 persen terhadap PDRB Sulawesi Tenggara pada tahun 2025, namun produktivitas masih tertinggal dibandingkan wilayah lain di Indonesia.
“Kami melihat ada celah yang perlu diisi. Banyak lulusan agroteknologi yang terserap industri, tetapi mereka memerlukan waktu adaptasi yang panjang karena kurang pengalaman praktis selama kuliah. Oleh karena itu, kami inisiatif untuk mendekatkan diri dengan industri dan menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih integratif,” ujar Dr. Ir. Hasanuddin Kadir, M.Sc., Dekan Fakultas Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam konferensi pers yang digelar pasca penandatanganan MoU.
RUANG LINGKUP KERJASAMA
Menurut dokumen MoU yang ditandatangani, kerjasama mencakup lima pilar utama. Pertama, pengembangan kurikulum berbasis kompetensi industri melalui kolaborasi dalam desain silabus, modul pembelajaran, dan standar kompetensi yang mengadopsi best practice industri global. Kedua, program magang dan apprenticeship terstruktur bagi mahasiswa semester lima dan enam dengan durasi minimal enam bulan di lokasi kerja industri mitra.
Pilar ketiga mencakup joint research and development dalam bidang teknologi pertanian berkelanjutan, inovasi budidaya tanaman hortikultura, dan manajemen sumber daya alam. Keempat, transfer teknologi dan pelatihan kepada petani lokal melalui program community service yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Kelima, mutual knowledge exchange melalui seminar, workshop, dan visiting lecturer dari praktisi industri ke kampus.
Budi Santoso, Direktur Operasional PT Sinergi Pertanian Nusantara, menerangkan komitmen perusahaannya dalam kerjasama ini. “Kami melihat Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai mitra strategis untuk pengembangan sumber daya manusia berkualitas. Dengan menjalin kerjasama ini, kami dapat berkontribusi dalam menciptakan tenaga kerja profesional yang siap bekerja dan berinovasi. Kami juga terbuka untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi dan mengirim engineer senior kami sebagai pengajar tamu,” kata Santoso dalam kesempatan yang sama.
PT Agro Inovasi Sulawesi Tenggara, melalui perwakilan General Manager Eka Pratama, menekankan fokus pada teknologi pertanian presisi dan agrikultur digital. “Industri 4.0 juga menjangkau pertanian. Kami ingin memastikan bahwa lulusan dari Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya menguasai teknik konvensional, tetapi juga teknologi modern seperti precision farming, drone untuk monitoring lahan, dan IoT dalam irigasi. Kampus ini adalah tempat yang tepat untuk mengembangkan mindset innovation di kalangan mahasiswa,” jelasnya.
DAMPAK LANGSUNG BAGI MAHASISWA
Implementasi kerjasama ini akan memberikan dampak konkret bagi mahasiswa Fakultas Agroteknologi. Pertama, mahasiswa mendapatkan akses ke fasilitas dan teknologi industri yang tidak tersedia di kampus. Melalui program magang terstruktur, mereka dapat belajar langsung dari praktisi berpengalaman dan memahami operational excellence di perusahaan agribisnis.
Yuki Hernanda, mahasiswa semester lima Program Studi Agroteknologi, menyampaikan antusiasmenya atas kerjasama ini. “Saya sangat tertarik dengan peluang ini. Selama ini, kami belajar teori di kelas dan hanya melakukan praktikum di laboratorium kampus. Dengan adanya kerjasama ini, saya bisa langsung melihat bagaimana penerapan ilmu di lapangan, di perkebunan atau kebun demonstrasi milik perusahaan. Ini akan menambah portfolio dan pengalaman saya untuk memasuki dunia kerja dengan lebih percaya diri,” ujarnya.
Kedua, program ini membuka peluang beasiswa dan bantuan finansial dari mitra industri bagi mahasiswa yang menunjukkan prestasi akademik dan komitmen tinggi. Ketiga, lulusan akan memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui industri, meningkatkan daya saing di pasar kerja nasional dan regional.
Dosen-dosen Fakultas Agroteknologi juga akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan research dalam konteks yang relevan dengan industri dan mendapatkan hibah penelitian dari mitra. Dr. Ir. Siti Nurhaliza, M.Agr., dosen peneliti di bidang tanaman hortikultura, mengungkapkan harapannya. “Kerjasama ini membuka peluang emas untuk melakukan penelitian yang tidak hanya akademis tetapi juga aplikatif dan menghasilkan nilai ekonomi. Saya sudah mempunyai ide penelitian tentang diversifikasi tanaman cabai di lahan marginal Sulawesi Tenggara. Dengan dukungan industri, penelitian ini bisa berkontribusi nyata kepada petani lokal dan meningkatkan produktivitas mereka,” katanya.
ROADMAP IMPLEMENTASI
Menurut Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Suardi Salim, M.Si., implementasi kerjasama ini akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama (April-Agustus 2026) fokus pada finalisasi kurikulum bersama dan persiapan infrastruktur pendukung. Tahap kedua (September 2026-Maret 2027) meliputi peluncuran program magang perdana dengan melibatkan 60 mahasiswa sebagai batch pertama.
“Kami telah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung implementasi kerjasama ini, termasuk pelatihan dosen, pengembangan modul pembelajaran, dan fasilitas supporting di kampus. Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan akademis, tetapi juga profesional siap industri yang dapat berkontribusi langsung kepada pembangunan Sulawesi Tenggara dan Indonesia,” ungkap Prof. Suardi dalam pidatonya.
KONTRIBUSI PADA PEMBANGUNAN REGIONAL
Kerjasama ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif pada pembangunan pertanian regional. Melalui program community service dan transfer teknologi, mahasiswa dan dosen akan membantu petani lokal meningkatkan produktivitas dan adopsi teknologi pertanian modern.
Ketua Koperasi Petani Mandiri Indonesia cabang Sulawesi, Hendra Wijaya, menyatakan antusiasme organisasinya. “KPMI selama ini fokus pada pemberdayaan petani kecil dan menengah. Dengan bermitra dengan Universitas Muhammadiyah Kendari, kami dapat menghadirkan inovasi dan pengetahuan ke tingkat petani. Ini adalah win-win solution untuk semua pihak. Petani mendapat akses ke teknologi baru, kampus mendapat laboratorium hidup, dan mahasiswa mendapat pengalaman praktis,” jelas Wijaya.
PROSPEK KE DEPAN
Pihak universitas juga berencana untuk mengembangkan kerjasama ini ke tahap yang lebih lanjut. Dalam roadmap lima tahun ke depan, Fakultas Agroteknologi menargetkan untuk membentuk pusat inovasi agroteknologi yang mengintegrasikan penelitian akademis, inkubasi bisnis agribisnis, dan layanan konsultasi kepada industri dan petani.
“Kami ingin Universitas Muhammadiyah Kendari menjadi hub inovasi pertanian di Sulawesi Tenggara. Bukan hanya menghasilkan lulusan yang bekerja di industri, tetapi juga mendorong entrepreneurship di kalangan alumni yang ingin membangun startup agribisnis atau koperasi petani modern. Kerjasama dengan industri ini adalah fondasi yang kuat untuk visi tersebut,” pungkas Prof. Suardi.
PENUTUP
Penandatanganan MoU antara Fakultas Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Kendari dengan ketiga mitra industri pada 23 April 2026 ini menandai momentum penting dalam transformasi pendidikan tinggi pertanian di kawasan Sulawesi Tenggara. Melalui kolaborasi yang terstruktur dan saling menguntungkan, diharapkan terciptakan ekosistem pembelajaran yang tidak hanya mempersiapkan lulusan berkualitas, tetapi juga berkontribusi nyata pada peningkatan produktivitas dan inovasi sektor pertanian Indonesia.
Kerjasama ini juga menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lain untuk lebih proaktif dalam menjalin partnership strategis dengan industri, sebagai respons nyata terhadap dinamika kebutuhan pasar kerja dan tantangan pembangunan nasional.