KENDARI – Prestasi gemilang telah diraih oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari) dari Fakultas Agroteknologi. Tiga mahasiswa berprestasi tingkat nasional berhasil meraih juara pertama dalam Kompetisi Inovasi Pertanian Berkelanjutan Nasional (KIPBN) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerja sama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (APTPI), yang berlangsung di Jakarta pada 15-17 April 2026 lalu.
Tim yang terdiri dari Ade Pratama (semester 6), Nur Inayah Suryani (semester 5), dan Muhammad Ridha Pratama (semester 4) itu berhasil mengalahkan pesaing dari universitas-universitas terkemuka se-Indonesia dengan inovasi proyek pertanian mereka bertajuk “Sistem Irigasi Pintar Berbasis IoT untuk Optimalisasi Pertanian Lahan Kering di Kawasan Sulawesi Tenggara.”
Pencapaian ini menjadi momentum bersejarah bagi Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Agroteknologi yang baru berdiri pada tahun 2018 lalu. Dalam waktu singkat, fakultas yang berkomitmen mengembangkan sumber daya manusia di bidang pertanian modern ini telah mampu membuktikan kapabilitas akademis dan penelitian berkualitas tinggi setara dengan perguruan tinggi pertanian ternama di Indonesia.
Inovasi Pertanian Berbasis Teknologi Digital
Proyek inovasi yang memenangkan kompetisi nasional tersebut berfokus pada pengembangan sistem irigasi otomatis dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mengatasi permasalahan pertanian lahan kering di wilayah Sulawesi Tenggara. Sistem ini dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan air dengan presisi tinggi, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menghemat sumber daya air yang semakin langka.
Ade Pratama, ketua tim pemenang, menjelaskan konsep inovasi mereka dengan detail yang komprehensif. “Kami memahami bahwa sebagian besar petani di wilayah Sulawesi Tenggara, termasuk Kendari, menghadapi tantangan signifikan dalam hal ketersediaan air untuk irigasi pertanian. Sistem kami menggunakan sensor-sensor canggih yang ditanamkan di tanah untuk memonitor tingkat kelembaban, suhu, dan kandungan nutrisi tanah secara real-time,” ujar Ade Pratama saat dihubungi di kampus Unismuh Kendari pada Kamis, 17 April 2026.
Lebih lanjut, Ade menambahkan bahwa sistem IoT yang mereka kembangkan terhubung dengan aplikasi mobile yang memudahkan petani untuk memonitor kondisi lahan mereka dari mana saja. “Teknologi ini memberikan rekomendasi otomatis kapan waktu yang tepat untuk melakukan irigasi, berapa volume air yang diperlukan, dan bahkan jenis pupuk apa yang paling sesuai dengan kondisi tanah saat itu. Hasilnya, kami bisa menghemat penggunaan air hingga 40% tanpa mengorbankan hasil panen,” jelas mahasiswa semester enam ini dengan penuh antusiasme.
Nur Inayah Suryani, anggota tim yang bertanggung jawab atas aspek teknis perangkat keras (hardware), menambahkan bahwa sistem mereka dirancang dengan pendekatan yang sangat praktis dan affordable untuk kalangan petani lokal. “Kami menggunakan komponen elektronik yang tidak terlalu mahal sehingga harga sistem secara keseluruhan terjangkau untuk petani skala kecil dan menengah. Biaya produksi per unit hanya sekitar empat juta rupiah, dan kami yakin ini dapat diproduksi secara massal dengan harga yang lebih kompetitif lagi,” ungkap Nur Inayah dengan percaya diri.
Sedangkan Muhammad Ridha Pratama, yang mengambil bagian dalam pengembangan software dan aplikasi mobile, menerangkan bagaimana algoritma mereka bekerja. “Kami menggunakan machine learning untuk terus belajar dari data yang dikumpulkan. Semakin lama sistem digunakan, semakin akurat rekomendasi yang diberikan karena sistem dapat beradaptasi dengan pola cuaca dan karakteristik tanah spesifik di lokasi petani,” papar Muhammad Ridha, mahasiswa semester empat tersebut.
Perjalanan Menuju Prestasi Nasional
Pencapaian gemilang ini bukan datang dengan mudah. Tim yang dipimpin oleh Ade Pratama telah mempersiapkan diri selama enam bulan, sejak November 2025 lalu, untuk mengikuti kompetisi bergengsi tingkat nasional ini. Proses persiapan melibatkan konsultasi intensif dengan para dosen pembimbing, riset mendalam tentang kondisi pertanian di Sulawesi Tenggara, dan pengembangan prototype yang melalui berbagai tahap uji coba.
Dosen pembimbing tim, Dr. Ir. Hendra Susanto, M.Sc., yang merupakan staf pengajar tetap Fakultas Agroteknologi Unismuh Kendari, menyatakan kebanggaannya atas dedikasi mahasiswa-mahasiswanya. “Ketiga mahasiswa ini menunjukkan komitmen luar biasa dalam mengembangkan inovasi mereka. Mereka tidak hanya fokus pada aspek teknologi semata, tetapi juga mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan keberlanjutan lingkungan. Itulah yang membedakan mereka dari pesaing lain,” terang Dr. Hendra Susanto saat memberikan penjelasan lebih lanjut di ruang kerjanya di Gedung Rektorat Unismuh Kendari.
Proses pengembangan inovasi ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu. Selain mendapatkan bimbingan dari dosen-dosen di Fakultas Agroteknologi, tim juga bekerja sama dengan mahasiswa dari program studi Teknik Informatika yang tergabung dalam departemen teknologi kampus. Kolaborasi ini menghasilkan sinergi yang kuat dan menghasilkan inovasi yang truly integrated dan komprehensif.
Perjalanan tim menuju Jakarta untuk mengikuti kompetisi nasional juga menjadi pengalaman berharga. Dalam ajang bergengsi tersebut, tim Unismuh Kendari bersaing dengan total 47 tim dari berbagai universitas ternama se-Indonesia, termasuk universitas-universitas top 10 seperti IPB University, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Pertanian Bogor. Melalui tiga putaran seleksi yang ketat, tim akhirnya berhasil mencapai posisi tertinggi di podium juara.
Dukungan Penuh dari Kampus
Pencapaian gemilang mahasiswa Unismuh Kendari ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan universitas. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. H. Jamaluddin, M.Sc., menyampaikan kebanggaannya yang mendalam atas prestasi tersebut dan menyatakan komitmen kampus untuk terus mendorong inovasi dan penelitian berkualitas.
“Prestasi yang diraih oleh ketiga mahasiswa kami ini adalah bukti nyata bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari, meskipun relatif masih muda, memiliki kompetensi dan potensi yang setara dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Kami bangga bahwa mereka mampu membawa nama baik kampus dan wilayah Sulawesi Tenggara ke tingkat nasional,” ujar Prof. Jamaluddin dengan nada yang penuh semangat.
Prof. Jamaluddin juga menambahkan bahwa prestasi ini akan menjadi motivasi bagi civitas akademika Unismuh Kendari untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya-karya yang bernilai tinggi. “Kami akan mempertahankan momentum ini dengan mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan inovasi mahasiswa. Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk menjadi pusat inovasi pertanian berkelanjutan di kawasan timur Indonesia,” tambah rektor tersebut dengan penuh determinasi.
Dekan Fakultas Agroteknologi, Dr. Ir. Siti Nurwahidah, M.Agr., juga memberikan apresiasi tinggi kepada tim pemenang. Menurutnya, inovasi yang dikembangkan oleh mahasiswa-mahasiswanya memiliki potensi besar untuk diimplementasikan secara nyata di lapangan dan memberikan dampak positif bagi kehidupan petani lokal.
“Inovasi sistem irigasi pintar berbasis IoT ini bukan sekadar produk akademik yang hanya ada di atas kertas atau dalam laporan penelitian. Ini adalah solusi praktis yang dapat langsung diaplikasikan untuk mengatasi permasalahan nyata yang dihadapi petani di wilayah kita. Kami akan terus mendukung tim ini untuk melakukan scaling-up dan commercialization dari inovasi mereka,” terang Dr. Siti Nurwahidah dengan antusias.
Dampak dan Implikasi ke Depan
Pencapaian tim mahasiswa Unismuh Kendari ini membawa dampak signifikan, tidak hanya bagi institusi pendidikan tetapi juga bagi masyarakat luas, khususnya komunitas petani di Sulawesi Tenggara. Inovasi ini membuka peluang besar untuk transformasi digital dalam sektor pertanian lokal yang masih mayoritas menggunakan metode tradisional.
Beberapa dampak positif yang diharapkan dari inovasi ini antara lain: pertama, peningkatan produktivitas pertanian melalui penggunaan air yang lebih efisien dan tepat sasaran. Kedua, pengurangan biaya operasional pertanian karena efisiensi penggunaan air dan pupuk. Ketiga, pemberdayaan petani lokal melalui adopsi teknologi digital yang mudah digunakan. Keempat, kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan melalui konservasi air dan pengurangan penggunaan pupuk kimia berlebih.
Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara juga telah menunjukkan minat untuk mengimplementasikan inovasi ini dalam program pengembangan pertanian modern di wilayah mereka. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara yang ikut hadir dalam acara penganugerahan juara kompetisi nasional menyatakan siap memberikan dukungan dan fasilitasi untuk melakukan uji coba lapang skala besar.
Tim pemenang juga telah menerima penawaran dari beberapa investor untuk melakukan komersialisasi dari inovasi mereka. Meskipun demikian, ketiga mahasiswa berprestasi ini tetap fokus untuk menyelesaikan studi mereka terlebih dahulu sebelum memutuskan langkah-langkah selanjutnya dalam mengembangkan bisnis dari inovasi mereka.
Inspirasi bagi Mahasiswa Lain
Prestasi gemilang yang telah diraih oleh Ade Pratama, Nur Inayah Suryani, dan Muhammad Ridha Pratama tentu saja menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa-mahasiswa lain di Universitas Muhammadiyah Kendari. Pencapaian ini membuktikan bahwa mahasiswa dari kampus yang berada di kawasan timur Indonesia mampu bersaing di tingkat nasional dan bahkan meraih posisi teratas.
Banyak mahasiswa lain yang kini mulai tertarik untuk terlibat dalam kegiatan penelitian dan pengembangan inovasi. Berbagai komunitas mahasiswa di kampus pun semakin aktif mengadakan diskusi dan brainstorming untuk mengembangkan ide-ide kreatif yang dapat ditransformasi menjadi inovasi nyata.
Universitas Muhammadiyah Kendari pun telah mengumumkan rencana untuk mengadakan kompetisi inovasi internal tahunan guna mengidentifikasi dan menumbuhkan talenta-talenta muda yang memiliki potensi tinggi. Program akselerator startup juga sedang dalam tahap pengembangan untuk mendukung mahasiswa yang ingin mengkomersialkan hasil inovasi mereka.
Penutup
Pencapaian luar biasa yang telah diraih oleh mahasiswa Fakultas Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam Kompetisi Inovasi Pertanian Berkelanjutan Nasional 2026 adalah testimoni nyata atas komitmen dan dedikasi dalam mengejar keunggulan akademis dan inovasi. Lebih dari sekadar meraih trofi dan penghargaan, pencapaian ini membawa pesan penting tentang pentingnya mengembangkan solusi teknologi yang kontekstual dengan kebutuhan lokal.
Dengan visi menjadi pusat pengembangan inovasi pertanian berkelanjutan di kawasan timur Indonesia, Universitas Muhammadiyah Kendari terus menunjukkan komitmentnya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis tetapi juga mampu menciptakan dampak positif bagi pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat.
Para pemangku kepentingan, mulai dari pimpinan kampus, dosen, hingga mahasiswa sendiri, semuanya berperan dalam ekosistem inovasi yang dinamis dan kondusif. Diharapkan bahwa prestasi ini menjadi awal dari serangkaian pencapaian gemilang lainnya yang akan diraih oleh Universitas Muhammadiyah Kendari di masa depan.
Bagi ketiga mahasiswa berprestasi tingkat nasional ini, perjalanan inovasi mereka baru saja dimulai. Dukungan dari kampus, dosen, dan masyarakat luas akan membantu mereka untuk terus berkembang dan menciptakan dampak yang lebih besar lagi dalam transformasi digital sektor pertanian Indonesia.
—
Laporan ini disusun berdasarkan informasi yang dihimpun dari narasumber di Universitas Muhammadiyah Kendari pada 17 April 2026.