Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Agroteknologi, terus membuktikan komitmennya terhadap pengembangan pertanian inovatif di era modern. Pada Rabu, 03 April 2026, kampus yang berlokasi strategis di jantung Kota Kendari ini mengumumkan hasil penelitian luar biasa yang menggabungkan keahlian dosen dan dedikasi mahasiswa dalam mengembangkan teknologi budidaya kakao berkelanjutan. Penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi solusi nyata bagi petani kakao di Sulawesi Tenggara yang masih menghadapi berbagai tantangan produksivitas dan keberlanjutan lingkungan.
Penelitian yang diberi nama “Sistem Agroforestri Terpadu untuk Peningkatan Produktivitas Kakao dan Konservasi Biodiversitas di Sulawesi Tenggara” ini melibatkan tim interdisipliner yang terdiri dari 7 dosen dan 22 mahasiswa program sarjana serta pascasarjana. Riset yang berlangsung selama dua tahun ini fokus pada pengembangan model pertanian kakao yang tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem lokal yang semakin terancam akibat praktik pertanian konvensional.
Latar Belakang Penelitian
Sulawesi Tenggara, khususnya wilayah Kendari dan sekitarnya, merupakan salah satu penghasil kakao terkemuka di Indonesia dengan kontribusi signifikan terhadap ekonomi lokal. Namun, seperti banyak daerah penghasil kakao lainnya, petani lokal masih bergantung pada metode pertanian tradisional yang seringkali tidak berkelanjutan. Praktik monokultur dan penggunaan pestisida berlebihan telah menyebabkan degradasi tanah, penurunan kualitas hasil panen, dan hilangnya keragaman hayati yang penting bagi keseimbangan ekosistem.
Dr. Rizaldi Mursyid, Dekan Fakultas Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Kendari, menerangkan bahwa penelitian ini lahir dari kekhawatiran mendalam terhadap kondisi pertanian kakao di wilayah sekitar. “Kami melihat bahwa petani kakao lokal menghadapi dilema yang sulit. Di satu sisi, mereka perlu meningkatkan produktivitas untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Di sisi lain, metode intensif yang mereka gunakan justru merusak sumber daya alam yang menjadi fondasi usaha mereka,” ungkap Dr. Rizaldi dalam wawancara eksklusif dengan media kampus pada Selasa sore.
Merespons kondisi tersebut, tim peneliti Fakultas Agroteknologi merancang sebuah penelitian komprehensif yang menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi modern. Pendekatan agroforestri dipilih sebagai strategi utama karena terbukti efektif dalam berbagai konteks geografis serupa di negara-negara tropis lainnya.
Metode dan Pendekatan Inovatif
Penelitian yang dipimpin oleh Prof. Dr. Jamal Hidayat, guru besar di bidang Pertanian Berkelanjutan, menggunakan pendekatan metodologi yang komprehensif dan terukur. Tim peneliti melakukan uji coba di empat lokasi berbeda di sekitar Kendari, dengan total area percobaan mencapai 12 hektar. Setiap lokasi dipilih berdasarkan karakteristik tanah, iklim, dan kondisi sosial ekonomi petani yang berbeda-beda.
“Kami tidak hanya fokus pada aspek teknis pertanian, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi petani. Oleh karena itu, penelitian ini melibatkan partisipasi aktif dari komunitas petani lokal sejak tahap perencanaan,” jelas Prof. Jamal Hidayat ketika menjelaskan metodologi riset di laboratorium Fakultas Agroteknologi pada hari Senin kemarin.
Sistem agroforestri yang dikembangkan menggabungkan beberapa komponen utama. Pertama, tanaman kakao dipadu dengan tanaman pendamping seperti albasiah, pisang, dan tanaman legume yang dapat memperbaiki kesuburan tanah secara alami. Kedua, peneliti mengembangkan protokol manajemen hama terintegrasi yang mengurangi ketergantungan pada pestisida sintetis. Ketiga, sistem irigasi yang efisien dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan air, mengingat variabilitas curah hujan di wilayah tersebut semakin tidak dapat diprediksi akibat perubahan iklim.
Salah satu inovasi paling menarik adalah pengembangan biofertilizer lokal dari limbah pertanian yang dikelola melalui teknik fermentasi khusus. Mahasiswa program pascasarjana, Rina Susanti, mengembangkan formula ini sebagai bagian dari tesis penelitiannya. “Kami memanfaatkan limbah kakao dan bahan organik lokal lainnya untuk membuat pupuk organik yang kaya akan mikroorganisme menguntungkan. Biaya produksinya sangat rendah, sehingga sangat terjangkau bagi petani kecil di daerah kami,” ungkap Rina dengan antusias ketika memperlihatkan prototipe biofertilizer di kebun percobaan fakultas.
Hasil Penelitian yang Mengesankan
Setelah dua tahun penelitian intensif, hasil yang diperoleh sangat menggembirakan. Pada lokasi percobaan pertama, produktivitas kakao meningkat rata-rata 35 persen dibandingkan dengan praktik pertanian konvensional yang diterapkan oleh petani sekitar. Peningkatan ini dicapai tanpa menambah input sintetis yang mahal. Sebaliknya, penurunan biaya produksi mencapai 28 persen karena pengurangan penggunaan pestisida dan pupuk kimia.
Lebih menarik lagi, analisis ekologis menunjukkan peningkatan signifikan dalam keragaman hayati di lahan agroforestri. Jumlah jenis serangga predator alami meningkat 156 persen, dan kesuburan tanah berdasarkan parameter biologis meningkat 43 persen dalam waktu dua tahun. Data-data ini dikumpulkan dan dianalisis oleh mahasiswa program sarjana dibawah bimbingan dosen, mencakai lebih dari 5000 data poin yang dikumpulkan melalui observasi lapangan sistematis.
“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa tidak ada trade-off antara produktivitas dan keberlanjutan lingkungan. Dengan pengelolaan yang tepat, kita bisa memiliki keduanya,” tegas Dr. Jamal Hidayat dengan keyakinan penuh. Pernyataan ini didukung oleh publikasi awal hasil penelitian di dua jurnal nasional terakreditasi pada kuartal pertama 2026 ini.
Aspek ekonomi sosial juga dikaji secara mendalam. Tim peneliti melakukan survei dan focus group discussion dengan 60 petani kakao di sekitar lokasi percobaan. Hasilnya menunjukkan bahwa petani yang menerapkan sistem agroforestri mengalami peningkatan pendapatan bersih sebesar 42 persen dalam dua musim pertanian, sambil juga merasakan berkurangnya beban kerja fisik berkat sistem yang lebih efisien.
Peran Mahasiswa dan Pengalaman Pembelajaran
Salah satu aspek penting dari penelitian ini adalah keterlibatan aktif mahasiswa di semua tahap riset. Tidak kurang dari 22 mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan terlibat dalam proses penelitian ini. Mereka tidak hanya berperan sebagai asisten peneliti pasif, tetapi juga mengembangkan topik-topik penelitian spesifik mereka sendiri yang berkontribusi pada proyek besar.
Reza Andhika, mahasiswa semester delapan program sarjana Agroteknologi, mengembangkan penelitian khusus tentang strategi adaptasi budidaya kakao terhadap perubahan iklim di dalam kerangka besar penelitian tim. “Pengalaman melakukan riset langsung di lapangan selama dua tahun ini memberikan saya pembelajaran yang tidak bisa didapatkan hanya dari ruang kelas. Saya memahami kompleksitas nyata pertanian, bukan hanya teori,” ungkap Reza dengan antusias.
Sementara itu, mahasiswa pascasarjana seperti Rina Susanti dan Arman Hidayat telah menghasilkan tesis penelitian yang berkualitas tinggi dan siap dipublikasikan di jurnal internasional. Arman fokus pada aspek karakterisasi dan dampak biofertilizer terhadap komunitas mikroba tanah, sementara Rina mengembangkan formulasi optimum biofertilizer untuk berbagai kondisi tanah.
Prof. Dr. Jamal Hidayat mengapresiasi kontribusi mahasiswa ini. “Mahasiswa kami adalah aset terbesar. Mereka membawa perspektif segar dan energi yang luar biasa. Penelitian ini tidak akan mencapai hasil sebagus ini tanpa dedikasi mereka,” katanya.
Dampak dan Implikasi Praktis
Penelitian ini memiliki implikasi praktis yang sangat signifikan bagi pengembangan pertanian berkelanjutan di Sulawesi Tenggara dan bahkan Indonesia secara luas. Hasil penelitian telah menarik perhatian Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara, yang berencana untuk mengadopsi sistem agroforestri ini sebagai bagian dari program pengembangan pertanian berkelanjutan di wilayah tersebut.
“Kami sangat tertarik untuk mendukung diseminasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Kendari ke petani-petani di berbagai kabupaten. Penelitian yang dilakukan sangat relevan dengan kebutuhan lapangan,” ujar Ir. Bambang Suryanto, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara, dalam pertemuan resmi dengan tim peneliti pada awal bulan April ini.
Selain itu, hasil penelitian ini juga telah menarik minat dari organisasi-organisasi internasional yang fokus pada pertanian berkelanjutan dan konservasi biodiversitas. Tim peneliti telah menerima undangan untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka di konferensi internasional tentang agroforestri yang akan diselenggarakan di Thailand pada akhir tahun 2026.
Rencana Keberlanjutan dan Pengembangan Lanjutan
Meskipun fase penelitian utama telah berakhir, tim peneliti tidak berniat menghentikan momentum ini. Dr. Rizaldi Mursyid menyebutkan bahwa ada rencana untuk melanjutkan penelitian ke fase implementasi skala yang lebih luas. “Kami sedang mengajukan proposal penelitian lanjutan untuk implementasi sistem agroforestri ini di minimal 50 hektar lahan milik petani di berbagai lokasi di Sulawesi Tenggara,” jelasnya.
Selain itu, Fakultas Agroteknologi juga merencanakan untuk mengembangkan sebuah pusat pelatihan dan demonstrasi pertanian berkelanjutan yang akan menjadi sarana edukasi bagi petani, mahasiswa, dan pemangku kepentingan lainnya. Pusat ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran praktis yang menggabungkan penelitian akademik dengan aplikasi langsung di lapangan.
Penutup
Penelitian inovatif yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Kendari ini merupakan bukti nyata dari komitmen institusi terhadap pengembangan pertanian yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan dan berpihak pada komunitas lokal. Melalui pendekatan yang mengintegrasikan riset akademik, partisipasi komunitas, dan teknologi yang tepat guna, tim peneliti telah menunjukkan bahwa transformasi pertanian menuju model berkelanjutan bukanlah mimpi, melainkan sebuah realitas yang dapat dicapai.
Dengan hasil yang mengesankan ini, Universitas Muhammadiyah Kendari memposisikan dirinya sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang berperan aktif dalam mendorong inovasi pertanian di Indonesia Timur. Penelitian ini juga menjadi contoh inspiratif bagi perguruan tinggi lainnya tentang bagaimana riset akademik dapat berkontribusi langsung dalam menyelesaikan permasalahan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang nyata dihadapi masyarakat.
Ke depannya, diharapkan bahwa hasil penelitian ini dapat didiseminasikan dengan lebih luas, sehingga petani kakao di seluruh Sulawesi Tenggara dan bahkan Indonesia dapat merasakan manfaat dari inovasi yang telah dikembangkan. Dengan demikian, Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya menjalankan peran sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai katalis untuk perubahan positif dan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal dan regional.