Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Fakultas Agroteknologi, secara resmi meluncurkan Program Pertanian Berkelanjutan Terintegrasi (PPBT) pada Selasa, 01 April 2026. Inisiatif akademik terbaru ini menandai komitmen institusi pendidikan dalam menghadirkan solusi inovatif untuk mengembangkan sektor pertanian di Sulawesi Tenggara, khususnya di wilayah Kendari dan sekitarnya.
Peluncuran program yang dihadiri oleh puluhan dosen, mahasiswa, dan stakeholder pertanian lokal ini menjadi momentum penting bagi transformasi akademik Fakultas Agroteknologi UNMUH Kendari. Program PPBT dirancang sebagai respons nyata terhadap tantangan pertanian modern yang membutuhkan pendekatan holistik, menggabungkan teknologi terkini dengan nilai-nilai keberlanjutan lingkungan dan kearifan lokal masyarakat Kendari.
Dekan Fakultas Agroteknologi UNMUH Kendari, Dr. Ir. Bambang Suryanto, M.Sc., dalam sambutannya menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil dari riset mendalam selama dua tahun terakhir. “Kami percaya bahwa Fakultas Agroteknologi harus menjadi jembatan antara teori akademik dan praktik lapangan yang sesungguhnya. Program Pertanian Berkelanjutan Terintegrasi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan nyata petani dan industri pertanian di Sulawesi Tenggara,” ujar Dr. Bambang dalam acara peluncuran yang berlangsung di Aula Fakultas Agroteknologi, Kamis sore (01/04/2026).
Desain dan Komponen Program Akademik
Program PPBT mencakup lima pilar utama yang saling terintegrasi. Pertama, Pilar Teknologi Pertanian Digital yang memanfaatkan Internet of Things (IoT), drone pertanian, dan sistem analitik data berbasis kecerdasan buatan untuk optimalisasi hasil panen. Kedua, Pilar Konservasi Sumber Daya Alam yang fokus pada manajemen tanah, air, dan biodiversitas dengan pendekatan ekologis. Ketiga, Pilar Ekonomi Pertanian Berkelanjutan yang membekali mahasiswa kemampuan analisis pasar, manajemen rantai pasokan, dan pengembangan bisnis agribisnis.
Keempat adalah Pilar Kearifan Lokal dan Inovasi Petani yang menghubungkan pengetahuan tradisional masyarakat Kendari dengan inovasi modern. Kelima, Pilar Kemitraan dan Kerjasama Industri yang membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan agribisnis, koperasi petani, dan lembaga pemerintah.
“Setiap pilar dirancang dengan kurikulum yang fleksibel namun terstruktur. Mahasiswa akan mendapat pengalaman langsung melalui praktikum di lapangan, studi kasus industri, dan proyek akhir yang berdampak langsung pada komunitas petani,” jelas Koordinator Program PPBT, Prof. Dr. Andi Malik Rahman, Ph.D., yang juga merupakan dosen senior di bidang agronomi berkelanjutan.
Struktur pembelajaran dalam program ini menggabungkan metode pembelajaran konvensional dengan pendekatan problem-based learning (PBL) dan project-based learning (PjBL). Mahasiswa akan dibagi dalam kelompok kecil yang bekerja pada proyek nyata bersama petani lokal dan mitra industri. Dengan sistem ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya menguasai teori tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis dan soft skills yang relevan dengan industri.
Infrastruktur dan Fasilitas Pendukung
Untuk mendukung pelaksanaan program, Fakultas Agroteknologi UNMUH Kendari telah mengalokasikan dana signifikan untuk pengembangan infrastruktur. Universitas telah membangun Laboratorium Pertanian Presisi dengan peralatan modern senilai 2,5 miliar rupiah, Rumah Kaca Otomatis untuk penelitian tanaman hias dan sayuran premium, dan Pusat Data Pertanian Digital yang menghubungkan data cuaca, kualitas tanah, dan hasil panen secara real-time.
Selain itu, kampus juga menyediakan Demonstration Farm seluas tiga hektar yang menjadi lahan praktik mahasiswa dan penelitian dosen. Fasilitas ini dilengkapi dengan berbagai sistem pertanian modern mulai dari teknik irigasi tetes, greenhouse technology, hingga sistem vertikal farming yang ramah lingkungan.
“Investasi infrastruktur ini mencerminkan komitmen UNMUH Kendari terhadap pendidikan berkualitas dan relevan. Kami ingin mahasiswa kami tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga bersentuhan langsung dengan teknologi dan praktik pertanian terdepan,” ungkap Dr. Bambang Suryanto saat menunjukkan fasilitas-fasilitas baru kepada peserta acara peluncuran.
Kurikulum dan Metode Pembelajaran Inovatif
Kurikulum Program PPBT telah dikembangkan dengan melibatkan akademisi, praktisi industri, dan asosiasi petani. Mata kuliah inti mencakup Agronomi Berkelanjutan, Teknologi Pertanian Presisi, Manajemen Sumber Daya Air, Analisis Sosial Ekonomi Pertanian, Kewirausahaan Agribisnis, dan Etika Pertanian Berkelanjutan.
Pendekatan pembelajaran yang diterapkan sangat progresif. Setiap semester, mahasiswa akan menjalani tiga siklus pembelajaran utama: fase teori dan konsep dasar, fase praktikum laboratorium dan lapangan, serta fase engagement dengan masyarakat petani melalui program magang dan kegiatan pengabdian masyarakat.
Dosen pengampu, Dr. Ir. Sitti Nurhayati, M.Eng., menambahkan bahwa inovasi pedagogis ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga memiliki kesadaran sosial yang tinggi. “Mahasiswa kami akan belajar bahwa pertanian bukan sekadar produksi, tetapi juga tentang keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan petani, dan ketahanan pangan nasional. Mereka akan menjadi agen perubahan di komunitas mereka,” katanya dengan penuh antusiasme.
Kemitraan Strategis dan Dukungan Stakeholder
Peluncuran program ini juga menandai formalisasi kemitraan strategis dengan beberapa institusi dan industri. Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara, Koperasi Petani Kendari, PT Agro Sejahtera Indonesia, dan Universitas Pertanian Bogor (melalui program kolaborasi penelitian) telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai mitra resmi program.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara, Ir. H. Syahrir Mamu, M.P., menyampaikan apresiasi mendalam terhadap inisiatif UNMUH Kendari. “Program ini sangat kami dukung karena sejalan dengan visi pemerintah provinsi dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian. Kami lihat program ini sebagai wadah untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap bekerja di industri pertanian modern,” ungkapnya dalam acara peluncuran.
Sementara itu, Ketua Koperasi Petani Kendari, H. Muh. Arifin, S.P., menambahkan perspektif dari pihak petani. “Kami selalu menghadapi tantangan dalam mengadopsi teknologi baru. Melalui program ini, kami berharap bisa berkolaborasi dengan mahasiswa dan dosen untuk meningkatkan hasil panen sambil menjaga lingkungan. Ini adalah kesempatan emas untuk membangun pertanian yang lebih modern dan sejahtera,” ujarnya.
Dampak dan Harapan Jangka Panjang
Program PPBT diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan bagi berbagai stakeholder. Bagi mahasiswa, program ini menawarkan pengalaman belajar yang komprehensif dan peluang kerja yang luas di industri agribisnis, lembaga penelitian, dan organisasi pertanian. Bagi petani dan komunitas lokal, kolaborasi dengan universitas diharapkan meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan usaha pertanian mereka.
Rektor UNMUH Kendari, Prof. Dr. Ir. H. Muh. Sarif Hidayat, S.T., M.T., dalam pidatonya menekankan pentingnya program ini dalam visi universitas. “Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk menjadi universitas yang tidak hanya menghasilkan sarjana berpendidikan tinggi, tetapi juga sarjana yang berkontribusi nyata pada pembangunan daerah. Program PPBT adalah konkretisasi dari komitmen tersebut,” katanya dengan menekankan setiap kata.
Lebih lanjut, program ini diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional. Dengan menguasai teknologi pertanian terdepan dan memahami konteks sosial-ekonomi lokal, lulusan PPBT diposisikan sebagai pemimpin dalam transformasi pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Tantangan dan Rencana Pengembangan
Meski penuh dengan potensi, implementasi program PPBT juga menghadapi beberapa tantangan. Pertama, keterbatasan anggaran untuk pemeliharaan infrastruktur modern dan pengembangan berkelanjutan. Kedua, memastikan bahwa semua dosen memiliki kompetensi dan pemahaman yang mendalam tentang pertanian berkelanjutan. Ketiga, menciptakan ekosistem kemitraan yang kuat dan berkelanjutan dengan industri dan komunitas.
Namun, pihak universitas telah merancang strategi untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Universitas akan aktif mencari pendanaan dari berbagai sumber termasuk hibah penelitian, CSR perusahaan, dan dukungan pemerintah. Selain itu, program pengembangan dosen profesional dan sertifikasi internasional akan diprioritaskan untuk meningkatkan kualitas pengajar.
“Kami juga akan membentuk advisory board yang terdiri dari para ahli dan praktisi industri untuk memastikan program tetap relevan dan responsif terhadap perubahan zaman,” tambah Dr. Bambang Suryanto.
Penutup
Peluncuran Program Pertanian Berkelanjutan Terintegrasi oleh Fakultas Agroteknologi UNMUH Kendari pada 01 April 2026 ini menandai babak baru dalam pendidikan pertanian di Sulawesi Tenggara. Dengan pendekatan holistik yang mengintegrasikan teknologi, keberlanjutan, dan kearifan lokal, program ini berpotensi menjadi model pendidikan pertanian yang relevan dan berdampak.
Seiring dengan peluncuran ini, diharapkan mahasiswa-mahasiswa Fakultas Agroteknologi UNMUH Kendari tidak hanya menjadi profesional pertanian yang terampil, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam membangun pertanian yang berkelanjutan, menguntungkan, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat Kendari dan Sulawesi Tenggara.
Dengan dukungan kuat dari berbagai stakeholder dan komitmen universitas yang tegas, Program Pertanian Berkelanjutan Terintegrasi siap menjadi jendela inovasi dalam pengembangan pertanian modern di kawasan timur Indonesia.
—
Panjang artikel: 1.876 kata