KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Agroteknologi, menggelar serangkaian kegiatan akademik bergengsi pada Senin, 7 April 2026. Acara yang melibatkan para ahli nasional dan internasional ini dimaksudkan untuk mendiskusikan solusi inovatif dalam pertanian berkelanjutan serta meningkatkan ketahanan pangan di wilayah Sulawesi Tenggara. Seminar, webinar, dan kuliah umum tersebut menjadi bukti komitmen kampus dalam mengembangkan ilmu pengetahuan pertanian yang relevan dengan kebutuhan lokal dan global.
Latar Belakang: Kebutuhan Mendesak Pertanian Berkelanjutan
Pertanian merupakan sektor strategis dalam perekonomian Indonesia, khususnya bagi provinsi Sulawesi Tenggara yang memiliki potensi lahan pertanian ekstensif namun masih menghadapi berbagai tantangan teknis dan managerial. Produktivitas lahan pertanian di kawasan ini, menurut data Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara, masih berada di bawah rata-rata nasional. Isu perubahan iklim, degradasi lahan, dan keterbatasan akses petani terhadap teknologi modern menjadi hambatan utama dalam meningkatkan hasil pertanian.
Merespons situasi tersebut, Fakultas Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Kendari mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan rangkaian kegiatan ilmiah yang komprehensif. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan wawasan teoritis, tetapi juga praktis bagi mahasiswa, dosen, dan para praktisi pertanian di lapangan.
“Kami menyadari bahwa pertanian berkelanjutan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Dengan menggelar seminar dan webinar berkualitas internasional, kami berharap dapat menciptakan ekosistem pemikiran yang mendorong inovasi dalam sektor agroteknologi,” ungkap Dr. Ir. Mahmud Taufiq, M.Sc., Dekan Fakultas Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara eksklusif dengan media kampus.
Deretan Kegiatan Akademik Prestisius
Rangkaian acara pada 7 April 2026 dimulai dengan seminar internasional berjudul “Smart Agriculture and Climate Resilience in Southeast Sulawesi: Opportunities and Challenges” (Pertanian Cerdas dan Ketahanan Iklim di Sulawesi Tenggara: Peluang dan Tantangan). Seminar utama ini menghadirkan pembicara kunci dari berbagai institusi terkemuka, baik dari dalam maupun luar negeri.
Salah satu pembicara utama adalah Prof. Dr. Lim Chen Hong dari Universitas Pertanian Malaysia, yang merupakan ahli terkemuka dalam precision agriculture dan sustainable farming systems. Prof. Lim akan berbagi pengalaman Malaysia dalam mengimplementasikan teknologi pertanian presisi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya alam.
Selain itu, acara ini juga menampilkan Dr. Soemartono, M.Agr., dari Institut Pertanian Bogor (IPB) University, yang akan membahas strategi adaptasi pertanian terhadap perubahan iklim dengan fokus khusus pada wilayah Sulawesi. Kehadiran figur-figur akademis terkemuka ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi komunitas akademis Kendari.
Paralel dengan seminar utama, Fakultas Agroteknologi juga menyelenggarakan webinar tematik yang diikuti secara daring oleh peserta dari berbagai universitas dan lembaga penelitian. Webinar sesi pertama berfokus pada “Organic Farming and Soil Health Management” (Pertanian Organik dan Pengelolaan Kesehatan Tanah), sedangkan sesi kedua membahas “Digital Tools for Agricultural Extension” (Alat Digital untuk Penyuluhan Pertanian).
Kuliah umum tambahan juga dihadirkan dengan pembicara Dr. Ir. Hendra Wijaya, M.Env.Sc., konsultan keberlanjutan pertanian dari Jakarta, yang akan memaparkan pengalaman praktisnya dalam mengembangkan model pertanian organik berskala komunitas di berbagai daerah di Indonesia.
Partisipasi Luas dan Antusiasme Kampus
Respons dari komunitas akademis Universitas Muhammadiyah Kendari sangat antusias. Data pendaftaran menunjukkan bahwa lebih dari 450 mahasiswa dari berbagai program studi telah mendaftar untuk mengikuti kegiatan ini. Selain mahasiswa Fakultas Agroteknologi, peserta juga berasal dari Fakultas Teknik, Fakultas Bisnis, dan Fakultas Hukum, mencerminkan sifat interdisipliner dari isu pertanian berkelanjutan.
“Antusiasme mahasiswa sangat tinggi. Kami bahkan harus membuka ruang tambahan karena kapasitas aula utama sudah penuh,” ungkap Ibu Dr. Siti Nur Azizah, M.Si., Ketua Program Studi Agroteknologi Fakultas Agroteknologi Unismuh Kendari.
Keterlibatan praktisi pertanian lokal juga menjadi bagian penting dari acara ini. Sebanyak 80 petani dan pengusaha agribisnis dari Kendari dan sekitarnya telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Kolaborasi antara akademisi dan praktisi lapangan ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang menghasilkan solusi pertanian yang aplikatif dan berkelanjutan.
Kurikulum dan Konten Akademik
Konten seminar dirancang dengan cermat oleh panitia penyelenggara yang terdiri dari dosen-dosen senior dan muda dari Fakultas Agroteknologi. Setiap sesi dilengkapi dengan diskusi interaktif yang memungkinkan peserta untuk mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman mereka.
“Kami tidak hanya ingin memberikan informasi satu arah. Diskusi interaktif adalah jantung dari kegiatan ini. Kami percaya bahwa pembelajaran terbaik terjadi ketika ada dialog aktif antara pembicara dan peserta,” jelas Dr. Mahmud Taufiq.
Materi yang dibahas mencakup topik-topik kontemorer seperti penggunaan Internet of Things (IoT) dalam pemantauan kesehatan tanah, pengembangan varietas tanaman yang toleran terhadap perubahan iklim, manajemen air irigasi yang efisien, dan strategi pemasaran produk pertanian organik di era digital.
Setiap peserta seminar dan webinar akan menerima sertifikat kehadiran yang diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, serta materi pembelajaran lengkap yang dapat digunakan untuk pengembangan profesional lebih lanjut.
Visi Jangka Panjang: Pusat Keunggulan Agroteknologi
Penyelenggaraan kegiatan akademik berkaliber internasional ini merupakan bagian dari rencana strategis Fakultas Agroteknologi untuk menjadi pusat keunggulan dalam penelitian dan pengembangan agroteknologi di kawasan Asia Tenggara. Menurut roadmap akademik yang disusun pada 2024, Universitas Muhammadiyah Kendari menargetkan peningkatan jumlah publikasi ilmiah internasional dan kolaborasi penelitian dengan universitas-universitas terkemuka di luar negeri.
“Visi kami adalah membuat Unismuh Kendari menjadi institusi yang dikenal tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Khususnya untuk Fakultas Agroteknologi, kami ingin menjadi jembatan antara pengetahuan akademis dan aplikasi praktis di lapangan,” tambah Dr. Mahmud Taufiq dengan penuh optimisme.
Sebagai bagian dari komitmen ini, Universitas Muhammadiyah Kendari juga telah menjalin kerja sama dengan beberapa universitas mitra internasional, termasuk Universitas Pertanian Malaysia, Universitas Chiang Mai Thailand, dan Universitas Los Baños Filipina. Kerjasama ini memungkinkan pertukaran dosen, mahasiswa, dan peneliti, serta kolaborasi dalam proyek-proyek penelitian bersama.
Dampak dan Harapan ke Depan
Diharapkan bahwa kegiatan akademik pada 7 April 2026 ini akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pengembangan sektor pertanian di Sulawesi Tenggara. Salah satu dampak konkret yang diantisipasi adalah peningkatan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya keberlanjutan dalam praktik pertanian, yang pada gilirannya akan membentuk generasi profesional pertanian yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Selain itu, interaksi antara mahasiswa dan praktisi lapangan diharapkan dapat memicu ide-ide inovatif untuk solusi pertanian lokal. Beberapa ide terbaik dari peserta seminar berpotensi untuk dikembangkan menjadi proyek penelitian atau usaha sosial yang berdampak nyata bagi komunitas petani.
“Kami juga merencanakan untuk menerbitkan proceedings dari seminar ini, sehingga hasil-hasil diskusi dapat didokumentasikan dan disebarluaskan kepada komunitas akademis dan praktisi pertanian yang lebih luas,” jelaskan Ibu Dr. Siti Nur Azizah.
Penutup: Komitmen terhadap Pertanian Berkelanjutan
Penyelenggaraan seminar, webinar, dan kuliah umum oleh Fakultas Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Kendari pada 7 April 2026 menunjukkan komitmen serius institusi ini terhadap pengembangan ilmu dan praktik pertanian berkelanjutan. Dalam konteks tantangan global seperti perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat, kegiatan akademik semacam ini menjadi semakin penting dan relevan.
Melalui kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan, diharapkan dapat tercipta ekosistem inovasi agriteknologi yang mampu memberikan solusi nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di Sulawesi Tenggara. Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Fakultas Agroteknologi, telah membuktikan dirinya sebagai lembaga akademis yang tidak hanya fokus pada penyediaan pendidikan berkualitas, tetapi juga aktif berkontribusi dalam penyelesaian masalah-masalah sosial dan ekonomi di tingkat lokal dan nasional.
Dengan semangat inovasi dan dedikasi terhadap keunggulan akademis, Universitas Muhammadiyah Kendari siap membentuk masa depan pertanian Indonesia yang lebih hijau, produktif, dan berkelanjutan.
—
Sumber: Wawancara dengan Dr. Ir. Mahmud Taufiq, M.Sc. (Dekan FAT Unismuh Kendari) dan Dr. Siti Nur Azizah, M.Si. (Ketua Program Studi Agroteknologi Unismuh Kendari), 6 April 2026