KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari) terus membuktikan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan infrastruktur kampus yang komprehensif. Sebagai upaya konkret, institusi pendidikan yang terletak di Kendari, Sulawesi Tenggara ini, resmi meluncurkan proyek pembangunan fasilitas dan infrastruktur berskala besar di lingkungan Fakultas Agroteknologi pada Rabu, 09 April 2026.
Proyek pembangunan yang mengalokasikan anggaran mencapai 47 miliar rupiah ini mencakup berbagai komponen penting, mulai dari pembangunan perpustakaan digital agroteknologi, laboratorium terpadu pertanian berkelanjutan, hingga fasilitas pendukung mahasiswa yang lebih modern dan terintegrasi dengan teknologi informasi terkini.
### Latar Belakang Pembangunan Fasilitas
Pertumbuhan jumlah mahasiswa Fakultas Agroteknologi Unmuh Kendari yang konsisten selama lima tahun terakhir menjadi catatan penting bagi pimpinan universitas. Data internal menunjukkan peningkatan enrollment mahasiswa program studi Agronomi dan Teknologi Hasil Pertanian mencapai 156 persen, sementara fasilitas pendukung akademik tidak mengalami ekspansi yang proporsional.
“Ketimpangan antara pertumbuhan jumlah mahasiswa dengan ketersediaan fasilitas akademik menjadi perhatian serius kami,” ujar Prof. Dr. H. Muh. Fauzi Rahman, M.Agr., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, saat menghadiri upacara peletakan batu pertama pembangunan di halaman dekat gedung Fakultas Agroteknologi, Rabu pagi.
Kondisi ruang kuliah yang semakin padat, keterbatasan alat-alat laboratorium praktikum, serta sistem perpustakaan yang masih konvensional, mendorong manajemen universitas untuk mengambil langkah strategis. Analisis kebutuhan yang dilakukan pada 2024-2025 melibatkan dosen, mahasiswa, dan alumni Fakultas Agroteknologi mengidentifikasi minimal lima prioritas utama yang harus dipenuhi.
### Rincian Proyek Pembangunan
Proyek pembangunan yang dijadwalkan selesai pada bulan Januari 2027 ini dirancang oleh tim arsitek dari Bandung dengan mempertimbangkan iklim tropis Kendari dan kebutuhan spesifik pendidikan agroteknologi.
Perpustakaan Digital Agroteknologi menjadi komponen pertama dalam proyek ini. Fasilitas seluas 2.500 meter persegi akan dilengkapi dengan koleksi fisik dan digital mencakai lebih dari 15.000 judul buku, jurnal internasional pertanian, dan database penelitian pertanian terbaru. “Mahasiswa kami akan memiliki akses ke jurnal-jurnal top dunia seperti Journal of Agricultural Science, Crop Science, dan Soil Science Society of America Journal,” jelaskan Dr. Andi Suryanto, Dekan Fakultas Agroteknologi, dalam paparan rencana konstruksi kepada wartawan.
Laboratorium Terpadu Pertanian Berkelanjutan merupakan flagship facility yang akan menampung enam sublaboratorium spesialisasi. Masing-masing sublaboratorium dirancang untuk melayani praktikum ilmu tanah, fisiologi tanaman, perlindungan tanaman, teknologi benih, teknologi hasil pertanian, dan agribisnis. Investasi peralatan laboratorium mencapai 18 miliar rupiah, meliputi soil analyzer, spectrophotometer modern, growth chamber berteknologi AI, hingga processing equipment untuk produk pertanian bernilai tambah.
Kompleks gedung kuliah baru dengan kapasitas 1.200 mahasiswa per hari pembelajaran juga menjadi bagian integral dari proyek ini. Dirancang dengan sistem cooling alami dan ventilasi optimal, gedung lima lantai ini akan memiliki 24 ruang kelas dengan teknologi pembelajaran hybrid, 8 ruang diskusi, serta ruang multimedia pembelajaran.
Fasilitas pendukung mahasiswa yang dibangun meliputi kantin modern dengan area outdoor, student lounge berpendingin, ruang inovasi (innovation hub) untuk menampung kegiatan riset mahasiswa, serta fasilitas olahraga dan rekreasi yang terintegrasi.
### Visi dan Misi di Balik Pembangunan
Dr. Andi Suryanto menekankan bahwa pembangunan fasilitas ini bukan sekadar aspek fisik, melainkan investasi untuk meningkatkan kualitas output pendidikan. “Kami ingin lulusan Fakultas Agroteknologi tidak hanya memahami teori pertanian, tetapi juga mampu menerapkan teknologi terdepan dan berinovasi menyelesaikan tantangan pertanian modern,” ujarnya.
Program pertanian berkelanjutan menjadi fokus khusus dalam desain fasilitas baru. Perpustakaan digital akan menyediakan resources mengenai organic farming, climate-smart agriculture, dan precision farming. Laboratorium praktikum didesain untuk memberikan pengalaman langsung dalam mengelola sistem pertanian yang ramah lingkungan.
Rektor Unmuh Kendari, Prof. Dr. H. Muh. Fauzi Rahman, menambahkan bahwa investasi infrastruktur ini sejalan dengan misi universitas sebagai institusi pendidikan Muhammadiyah yang berkomitmen pada pengembangan berkelanjutan. “Dalam ajaran Islam dan prinsip Muhammadiyah, kami ditekankan untuk melindungi dan memanfaatkan alam dengan bijak. Program agroteknologi kami akan mencetak profesional pertanian yang tidak hanya produktif tetapi juga berkelanjutan,” kata beliau.
### Dampak untuk Stakeholder Pendidikan
Kehadiran fasilitas baru diproyeksikan membawa dampak signifikan bagi berbagai pihak. Bagi mahasiswa, peningkatan kualitas pembelajaran praktikum dan akses informasi akademik yang lebih baik akan meningkatkan kompetensi lulusan. Dosen akan memiliki tools yang lebih lengkap untuk melakukan riset dan pembelajaran inovatif.
Industri pertanian regional juga akan merasakan dampak positif. Laboratorium Pertanian Berkelanjutan direncanakan akan terbuka untuk konsultasi dan testing produk dari kelompok tani dan UMKM pertanian lokal, menciptakan knowledge transfer langsung ke praktisi di lapangan.
“Kami telah bermitra dengan 47 kelompok tani di Kendari dan sekitarnya. Mereka sangat antusias dengan rencana ini karena bisa memanfaatkan fasilitas universitas untuk pengembangan produktivitas pertanian mereka,” kata Ir. Bambang Sutrisno, M.Si., Koordinator Program Pengabdian Masyarakat Fakultas Agroteknologi.
Dampak ekonomi lokal juga tidak dapat diabaikan. Proyek konstruksi ini mempekerjakan lebih dari 280 tenaga kerja konstruksi, 67 di antaranya berasal dari masyarakat lokal Kendari. Kontrak penyediaan bahan bangunan dan material juga melibatkan distributor lokal, memberikan multiplier effect pada ekonomi kota Kendari.
### Pendanaan dan Timeline
Pendanaan untuk proyek 47 miliar rupiah ini berasal dari kombinasi sumber, yaitu alokasi dana yayasan Muhammadiyah (28 miliar), pinjaman dari bank syariah (15 miliar), dan kerjasama dengan industri agribisnis terkemuka (4 miliar). Struktur pembiayaan ini mencerminkan komitmen kuat universitas untuk mewujudkan fasilitas berkualitas.
Timeline konstruksi dirancang secara bertahap. Fase pertama (April-Agustus 2026) fokus pada pekerjaan struktur bangunan utama. Fase kedua (September 2026-Desember 2026) meliputi penyelesaian interior, instalasi peralatan, dan testing sistem. Fase final (Januari 2027) adalah soft opening dan adaptasi penggunaan fasilitas sebelum full operational.
Dr. Ir. Slamet Wiyono, Ph.D., kepala proyek dari konsultan manajemen konstruksi Bandung, menjamin bahwa timeline dapat dicapai dengan penuh disiplin. “Tim kami telah melaksanakan lebih dari 50 proyek universitas serupa. Kami memahami pentingnya ketepatan waktu untuk operasional akademik,” ujarnya dalam sesi wawancara.
### Harapan ke Depan
Menjelang soft opening di awal 2027, ekspektasi terhadap pemanfaatan optimal fasilitas baru sudah terbangun di kalangan civitas akademika. Dosen-dosen telah memulai merencanakan kurikulum praktikum baru yang memanfaatkan peralatan canggih. Mahasiswa senior sudah menunjukkan antusiasme tinggi.
Unmuh Kendari juga telah menjalin kerjasama dengan universitas pertanian terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara untuk knowledge sharing mengenai pengoperasian laboratorium pertanian berkelanjutan. International network ini diharapkan akan meningkatkan reputasi akademik institution secara global.
Dengan penyelesaian proyek pembangunan fasilitas ini, Universitas Muhammadiyah Kendari khususnya Fakultas Agroteknologi akan menjelma menjadi pusat pembelajaran pertanian yang lebih kompetitif, modern, dan relevan dengan kebutuhan industri pertanian nasional dan regional. Investasi infrastruktur ini juga menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi di era digital dan sustainable development.
—
Penulis: Tim Berita Kampus
Sumber: Universitas Muhammadiyah Kendari
09 April 2026