Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membanggakan dengan pencapaian luar biasa yang diraih oleh mahasiswa Fakultas Agroteknologi. Dalam perkembangan terkini, tiga mahasiswa program studi Agroteknologi berhasil meraih medali emas pada kompetisi inovasi pertanian berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Asian Agricultural Innovation Association (AAIA) di Bangkok, Thailand, pada akhir pekan lalu. Prestasi ini menandai keseriusan institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara dalam mengembangkan sumber daya manusia unggul di bidang pertanian modern.
Ketiga mahasiswa yang meraih kesuksesan tersebut adalah Siti Nurhaliza (semester 7), Muhammad Rizki Pratama (semester 6), dan Andi Kusuma Wardana (semester 6). Mereka berhasil memenangkan kompetisi dengan menghadirkan inovasi unggulan berjudul “Smart Hydroponic System for Sustainable Urban Farming in Tropical Climate” yang dirancang khusus untuk mengatasi tantangan pertanian modern di daerah tropis, khususnya di kawasan Asia Tenggara.
Menurut informasi yang dikumpulkan, inovasi yang dikembangkan oleh tim mahasiswa Unismuh Kendari ini merupakan hasil riset intensif selama delapan bulan dengan didampingi oleh dosen pembimbing dari Departemen Teknologi dan Sistem Pertanian. Sistem ini menggabungkan teknologi Internet of Things (IoT), artificial intelligence, dan sensor otomatis yang dapat memonitor kelembaban tanah, intensitas cahaya, dan nutrisi tanaman secara real-time. Kecanggihan sistem ini memungkinkan petani urban untuk meningkatkan hasil panen hingga 300 persen dengan penggunaan air yang lebih efisien.
“Kami bangga melihat mahasiswa kami tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di panggung internasional. Ini membuktikan bahwa kualitas pendidikan di Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Agroteknologi, telah mencapai standar global,” ujar Dr. Ir. Hendra Mustafa, M.Sc., Dekan Fakultas Agroteknologi Unismuh Kendari, dalam wawancara khusus yang dilakukan pada Rabu, 11 April 2026.
Dr. Hendra Mustafa menambahkan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari komitmen fakultasnya untuk mendorong inovasi di bidang pertanian berkelanjutan. “Kami memiliki fasilitas laboratorium yang lengkap, tenaga pendidik berpengalaman, dan dukungan penuh dari universitas untuk mendorong mahasiswa kami mengembangkan ide-ide kreatif yang dapat menyelesaikan masalah nyata di masyarakat,” lanjutnya dengan antusias.
Perjalanan tim mahasiswa menuju medali emas di Bangkok tidaklah mudah. Mereka harus melewati seleksi ketat di tingkat nasional terlebih dahulu. Pada bulan Februari 2026, ketiga mahasiswa ini berhasil lolos dari babak penyisihan nasional yang melibatkan lebih dari 120 tim dari berbagai universitas di Indonesia. Prestasi gemilang di tingkat nasional membuka pintu bagi mereka untuk berkompetisi di ajang internasional AAIA yang dihadiri oleh 45 tim inovator dari 18 negara di Asia.
Siti Nurhaliza, sebagai ketua tim yang juga menjadi presenter utama dalam presentasi di Bangkok, menjelaskan motivasi di balik pengembangan inovasi mereka. “Saya melihat banyak petani muda yang tertarik untuk beralih ke pertanian modern, tetapi mereka terhalang oleh biaya infrastruktur yang mahal dan keterbatasan lahan. Kami ingin menciptakan solusi yang terjangkau namun teknologi tinggi sehingga pertanian modern dapat diakses oleh semua kalangan,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Muhammad Rizki Pratama, yang bertanggung jawab pada aspek technical engineering dari sistem, mengatakan bahwa dukungan dari Universitas Muhammadiyah Kendari sangat membantu dalam proses pengembangan. “Laboratorium Agroteknologi kami memiliki peralatan modern yang memungkinkan kami untuk melakukan testing dan prototyping secara berulang-ulang. Tanpa fasilitas ini, kami tidak akan bisa menghasilkan produk berkualitas tinggi yang mampu bersaing di tingkat internasional,” katanya dengan percaya diri.
Sementara itu, Andi Kusuma Wardana yang menangani aspek sustainability dan business model dari inovasi mereka, menekankan pentingnya aspek keberlanjutan dalam setiap inovasi pertanian modern. “Inovasi kami tidak hanya fokus pada peningkatan produktivitas, tetapi juga mempertimbangkan dampak lingkungan jangka panjang. Kami menggunakan energi terbarukan untuk mengoperasikan sistem dan meminimalkan limbah plastik melalui penggunaan material yang dapat didaur ulang,” jelas Andi dengan detail.
Prestasi mahasiswa Agroteknologi Unismuh Kendari ini bukanlah pencapaian pertama mereka. Sebelumnya, pada tahun 2025, dua mahasiswa dari Fakultas Agroteknologi juga meraih juara kedua pada kompetisi inovasi pertanian tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Selain itu, berbagai publikasi ilmiah dari mahasiswa dan dosen fakultas juga telah dimuat di jurnal-jurnal internasional terkemuka di bidang agronomis dan teknologi pertanian.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.Agr., merespons positif pencapaian gemilang ini. “Mahasiswa kita telah menunjukkan dedikasi dan kompetensi yang luar biasa. Prestasi internasional seperti ini menginspirasi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan. Kami akan terus memberikan dukungan maksimal, baik dalam hal fasilitas maupun pendanaan untuk penelitian dan pengembangan inovasi di masa depan,” jelas Prof. Bambang dalam pernyataan resminya.
Dampak dari pencapaian mahasiswa Unismuh Kendari ini telah dirasakan oleh berbagai pihak. Beberapa perusahaan agribisnis di tingkat lokal dan nasional telah menunjukkan minat untuk mengembangkan sistem smart hydroponic yang dikembangkan oleh tim mahasiswa ini. Selain itu, prestasi ini juga mendorong mahasiswa lain di Fakultas Agroteknologi untuk terus berinovasi dan mengikuti berbagai kompetisi bergengsi.
Kepala Program Studi Agroteknologi, Dr. Ir. Samsul Hadi, M.T., mengatakan bahwa prestasi mahasiswa ini mencerminkan kualitas kurikulum yang telah dikembangkan di programnya. “Kurikulum kami dirancang untuk tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga praktik lapangan dan pengembangan soft skills seperti kepemimpinan, teamwork, dan problem-solving. Kombinasi antara akademik yang kuat dan pengalaman praktis inilah yang menghasilkan mahasiswa-mahasiswa bertalenta seperti Siti, Rizki, dan Andi,” tutur Dr. Samsul Hadi dengan bangga.
Menginjak era Society 5.0, peran inovasi pertanian menjadi semakin penting. Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah dan lahan pertanian yang semakin berkurang, diperlukan solusi-solusi inovatif yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan. Dalam konteks ini, inovasi yang dikembangkan oleh mahasiswa Unismuh Kendari memiliki relevansi tinggi dan potensi dampak sosial yang signifikan.
Direncanakan, mahasiswa pemenang medali emas ini akan melakukan seminar dan workshop di berbagai perguruan tinggi dan komunitas petani di wilayah Sulawesi Tenggara untuk berbagi pengalaman dan ilmu mereka. Universitas Muhammadiyah Kendari juga sedang memproses sertifikat paten untuk inovasi smart hydroponic system ini, sehingga dapat dilindungi secara hukum dan dikembangkan lebih lanjut.
Kesuksesan ini membuktikan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari telah mampu menghasilkan lulusan dan mahasiswa aktif yang tidak hanya kompeten secara lokal, tetapi juga mampu bersaing di panggung internasional. Dengan terus mendukung penelitian, inovasi, dan pengembangan akademik, universitas ini berkomitmen untuk menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia unggul yang dapat berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan dunia.
Kedepannya, diharapkan pencapaian gemilang ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa Unismuh Kendari lainnya untuk terus berinovasi, berkarya, dan meraih prestasi setinggi mungkin, baik di tingkat nasional maupun internasional. Prestasi yang diraih oleh Siti Nurhaliza, Muhammad Rizki Pratama, dan Andi Kusuma Wardana ini juga menjadi bukti nyata bahwa pendidikan berkualitas di daerah dapat menghasilkan lulusan berstandar dunia yang siap menghadapi tantangan global.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan informasi dari wawancara dengan pihak-pihak terkait di Universitas Muhammadiyah Kendari.